Thursday, January 5, 2012

IDENTIFIKASI MASALAH (METODE PENELITIAN)


BAB I
PENDAHULUAN

Sebagaimana telah diterangkan terdahulu, penelitian merupakan suatu rangkaian kegiatan ilmiah yang berawal dari adanya suatu permasalahan yang hendak dicarikan jawabannya. Oleh karena itu, penelitian memiliki pula cirri-ciri kerja ilmiah.
Dua diantara ciri kerja ilmiah yang sangat penting adalah jelasnya tujuan yang hendak dicapai dan adanya prosedur pelaksanaan yang sistematis.
Bertujuan, maksudnya adalah adanya arah yang jelas dan target yang hendak dicapai dalam kegiatan penelitian itu. Tujuan penelitian selalu dirumuskan dalam kaitannya dengan usaha pemecahan permasalahan. Adanya tujuan yang jelas dan terumuskan dengan baik menunjukkan apakah tujuan penelitian itu realistic atau tidak, bermanfaat atau tidak, dan urgen atau belum urgenuntuk dilaksanakan. Dengan tujuan yang jelas maka arah kegiatan pun akan jelas, efisiensi kerja akan tercapai dan motivasi peneliti akan selalu terpelihara.[1]
Maka oleh karena itu kami perlu menjelaskan identifikasi masalah, rumusan masalah dan langkah-langkah ilmiah.

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Rumusan Masalah
Tujuan dibuat suatu rumusan masalah yaitu agar peneliti maupun pengguna hasil penelitian mempunyai persepsi yang sama dengan penelitian yang dihasilkan, paling tidak jika ditinjau dari pertanyaan-pertanyaan yang berpola kepada 5W + 1H.[2]
Dibuatnya rumusan masalah. Apabila latar belakang permasalahan telah diuraikan dengan seksama, maka pokok-pokok permasalahan dirumuskan dalam bentuk kalimat-kalimat tanya yang hendak  dicari jawabannya oleh penelitian. Perumusan permasalahan ini seringkali langsung menjadi pertanyaan-pertanyaan dasar dalam penelitian (basic questions) dan seringkali pula, pada gilirannya, jawaban sementara terhadap pertanyaan ini diformulasikan dalam bentuk penelitian.
Suatu rumus permasalahan harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Menanyakan mengenai hubungan antara paling tidak dua variabel
b.      Dinyatakan secara jelas dalam bentuk kalimat Tanya
c.       Harus dapat di uji oleh metode empirik, yaitu data yang digunakan untuk menjawabnya harus dapat diperoleh.
d.      Tidak boleh berisi pernyaan mengenai Moral dan etika.[3]

B.     Langkah-langkah Ilmiah
Banyak pendapat para pakar tentang langkah-langkah penelitian yang walaupun tidak sama, akan tetapi secara umum tidak ada perbedaan yang berarti langkah-langkah utama secara garis besar seperti dibawah ini:



1.      Identifikasi permasalahan
 Langkah paling awal yang harus dilakukan oleh peneliti, setelah ia memperoleh dan menentukan topik penelitiannya adalah mengidentifikasikan permasalahan yang hendak dipelajari. Identifikasi ini dimaksud sebagai penegasan batas-batas permasalahan, sehingga cakupan penelitian tidak keluar dari tujuan.
Identifikasi permasalahan terdiri atas dua langkah pokok, a) Penguraian latar belakang permasalahan dan b) Perumusan masalah.[4]

2.      Menyusun Landasan Teori dan Merumuskan Hipotesis
Pembuatan model atau ingin membandingkan apa yang seharusnya terjadi dengan kejadian yang sebenarnya maka digunakan teori. Mengacu kepada teori-teori yang berlaku dan dapat dicari pada buku-buku atau pun dari hasil penelitian orang lain baik yang sudah dipublikasikan maupunbelum, merupakan suatu factor dari keilmiahan penelitian yang akan dilakukan. [5]
dalam mereview teori dan temuan ini, penelitian melakukan analisis dan sistesis sedemikian rupa tanpa menutupi hasil penelitian terdahulu yang tampak akan melemahkan dugaan atau asumsi dasar yang dicapainya. Penelitian harus selalu bersikap terbuka terhadap fakta dan kesimpulan terdahulu baik yang memperkuat maupun yang bertentangan dengan prediksinya. Dengan begitu barulah hipotesis penelitian dapat dirumuskan sesuai dengan dasar teori dan dukungan kenyataan yang diperlihatkan oleh hasil penelitian lain yang relevan. Jadi dalam hal ini telah teoritik dan temuan penelitian yang relevan berfungsi menjelaskan permasalahan dan menegakkan prediksi akan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.

3.      Menentukan Variabel Penelitian
Rumusan hipotesis selalu merupakan kalimat declarative mengenai hubungan N antara variabel-variabel yang menjadi target utama penelitian. Variabel penelitian berupa apapun juga yang variasinya perlu kita perhatikan agar kita dapat mengambil kesimpulan mengenai fenomena yang terjadi. Misalnya kesimpulan sebab akibat, kesimpulan mengenai perbedaan, kesimpulan mengenai kaitan suatu hal dengan lainnya, kesimpulan mengenai kecendrungan dan lain sebagainya.

4.      Memilih Instrumen Penelitian
Instrumen pengukuran variabel penelitian memegang peranan penting dalam usaha memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya bahkan kalimat validitas hasil penelitian sebagian besar sangat tergantung pada kualitas instrument pengumpulan datanya.
Diantara bentuk-bentuk instrument pengumpulan data dalam penelitian social dan psikologi adalah wawancara (interview), angket atau fuesioner, tes, skala-skala psikologis, dan seterusnya. Adapun bentuk instrument pengumpulan data yang digunakan, masalah ketepatan tujuan dan penggunaan instrument (validitas) merupakan dua karakter yang tidak dapat ditawar-tawar, disamping tuntutan akan adanya objektivitas, efisiensi dan ekonomis.

5.      Menentukan Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian yaitu yang memiliki data mengenai variabel-variabel yang diteliti.
Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Apabila subjek penelitiannya terbatas dan masih dalam jangkauan sumber daya maka dapat dilakukan studi populasi yaitu mempelajari seluruh subjek secara langsung. Sebaliknya, apabila subjek sumber daya peneliti atau apabila batas populasinya tidak mudah untuk didefinisikan maka dapat dilakukan studi sample.
v  Populasi dan Sampel
Penelitian survey bertujuan memperoleh diskripsi objektif mengenai keadaan populasi oleh karena itu batasan dan karakteristik populasi harus jelas dan tegas sehingga kesimpulan penelitian jelas pula target generalisasinya.
Keterbatasan sumber daya seringkali memaksa peneliti mempelajari sebagian saja dari anggota populasi. Sebagian anggota populasi ini disebut sample.

6.      Mengumpul Data
Data penelitian dikumpulkan baik lewat instrument pengumpulan data, observasi, maupun lewat data dokumentasi. Kata yang dikumpulkan mungkin berupa data primer, data sekunder atau keduanya. Ketepatan dan kecermatan informasi mengenai subjek dan variabel penelitian tergantung pada strategi dan alat pengambilan data yang dipergunakan. Hal ini, akan ikut menentukan ketepatan hasil penelitian.[6]

7.      Mengolah Data
Setelah data dikumpulkan, selanjutnya diolah sehingga dapat menyajikan informasi yang lebih mudah untuk diinterprestasikan dan dianalisis lebih lanjut, seperti dalam bentuk table-tabel, grafik-grafik dan nilai-nilai statistic. Alat Bantu computer sangat membantu dalam proses pengolahan dan analisis data.[7]

8.      Menulis Laporan Hasil Penelitian
Seluruh hasil kerja diatas pada buktinya harus dibuat dalam sebuah laporan tertulis yang teknik penulisannya walaupun tidak ada standar baku akan tetapi secara umum dapat dianggap semua.
Penelitian yang tidak dipublikasikan atau disebarluaskan akan kurang bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak memiliki nilai praktis yang tinggi. Oleh karena itu, adalah kewajiban setiap peneliti untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan ilmiah menjadi suatu bentuk laporan ilmiah tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan.[8]

BAB III
KESIMPULAN

Dalam mengidentifikasi masalah telah dijelaskan bahwa harus ada dua langkah pokok, yaitu:
a.       Penguraian latar belakang masalah untuk mengantarkan dan menjelaskan mengenai latar belakang masalah
b.      Perumusan masalah yang dibuat dalam bentuk kalimat-kalimat Tanya yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian.

Langkah-langkah penelitian antara lain, yaitu:
1.      Identifikasi permasalahan
2.      Menyusun landasan teori dan merumuskan hipotesis
3.      Menentukan variabel penelitian
4.      Memilih instrument penelitian
5.      Mengumpulkan data
6.      Mengolah data
7.      Menulis laporan hasil penelitian

DAFTAR PUSTAKA

Saifuddin Anwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009)

Husen Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008)



[1] Saifuddin Anwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hal: 27-28
[2] Husen Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hal. 9
[3] Saifuddin Anwar, Metode Penelitian, hal. 31
[4] I b i d, hal. 28-29
[5] Husein Umar, hal. 10
[6] Saifuddin Anwat, hal. 31-36
[7] Husen Umar, hal. 12
[8] Saifuddin Anwat, hal. 38